MANUSIA DAN PERADABAN
May 29,
2010
BAB
II. MANUSIA DAN PERADABAN
A.
Pengertian
Terdapat dua istilah yang saling berkaitan, yaitu kebudayaan dan peradaban. Mengenai kedua istilah ini mempunyai pengertian yang bertentangan menurut para ahli, antara lain:
1. Bieren de hann
• Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tekhnik.
• Kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih murni, yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan masyarakat.
2. Oswald Spengl
• Peradaban adalah kebudayaan yang sudah mati
• Kebudayaan adalah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filsafat, dan sebagainya.
3. prof. Dr. Koentjoroningrat
• peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang halus dan indah.
Terdapat dua istilah yang saling berkaitan, yaitu kebudayaan dan peradaban. Mengenai kedua istilah ini mempunyai pengertian yang bertentangan menurut para ahli, antara lain:
1. Bieren de hann
• Peradaban adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tekhnik.
• Kebudayaan adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih murni, yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan masyarakat.
2. Oswald Spengl
• Peradaban adalah kebudayaan yang sudah mati
• Kebudayaan adalah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filsafat, dan sebagainya.
3. prof. Dr. Koentjoroningrat
• peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang halus dan indah.
B.
Hakekat hidup manusia
Manusia dalam kehidupan memiliki tiga fungsi, yaitu:
1. sebagai makhluk Tuhan
2. sebagai makhluk individu
3. sebagai makhluk sosial dan budaya
Manusia dalam kehidupan memiliki tiga fungsi, yaitu:
1. sebagai makhluk Tuhan
2. sebagai makhluk individu
3. sebagai makhluk sosial dan budaya
C.
Peradaban dan perubahan sosial
1. pengertian dan cakupan perubahan sosial
perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat, merujuk pada satu pengertian yang intinya, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi aspek kehidupan.
2. teori dan bentuk perubahan
a. teori sebab akibat
teori ini didasarkan pada:
• analisis dialektis
• teori tunggal mengenai perubahan sosial
b. teori proses atau arah perubahan sosial
teori ini mempunyai dasar asumsi bahwa sejarah manusia ditandai adanya gejala pertumbuhan, dasar teori ini antara lain:
• teori evolusi unilinier
• teori multilinear
1. pengertian dan cakupan perubahan sosial
perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat, merujuk pada satu pengertian yang intinya, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi aspek kehidupan.
2. teori dan bentuk perubahan
a. teori sebab akibat
teori ini didasarkan pada:
• analisis dialektis
• teori tunggal mengenai perubahan sosial
b. teori proses atau arah perubahan sosial
teori ini mempunyai dasar asumsi bahwa sejarah manusia ditandai adanya gejala pertumbuhan, dasar teori ini antara lain:
• teori evolusi unilinier
• teori multilinear
D.
Teori-teori mengenai pembangunan, keterbelakangan, dan ketergantungan.
1. Teori Depedensi
Semua peristiwa sosial yang terjadi itu ada sebabnya, adanya teori ini yang menjadi titik tolak kehidupan ekonomi menyebabkan terjadinya keterbelakangan karena adanya penyerahan penghasilah ke daerah pusat.
2. Penyebab perubahan
Adanya introspeksi dan interaksi sosial, pola pikir, kualitas dan kuantitas masyarakat mendorong adanya perubahan sosial. Selain itu menurut Soerjono Soekanto penyebab perubahan sosial ini didasarkan pada:
a. fakator intern
b. faktor ekstern
3. keseimbangan
keseimbangan sosial merupakan situasi dimana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang.
1. Teori Depedensi
Semua peristiwa sosial yang terjadi itu ada sebabnya, adanya teori ini yang menjadi titik tolak kehidupan ekonomi menyebabkan terjadinya keterbelakangan karena adanya penyerahan penghasilah ke daerah pusat.
2. Penyebab perubahan
Adanya introspeksi dan interaksi sosial, pola pikir, kualitas dan kuantitas masyarakat mendorong adanya perubahan sosial. Selain itu menurut Soerjono Soekanto penyebab perubahan sosial ini didasarkan pada:
a. fakator intern
b. faktor ekstern
3. keseimbangan
keseimbangan sosial merupakan situasi dimana segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang.
E.
Modernisasi
1. konsep modernisasi
menurut para ahli modernisasi adalah perubahan yang disebabkan adanya penyesuaian yang mencari taraf hidup yang lebih baik.
2. syarat-syarat modernisasi
• keorganisasian
• adanya pendidikan
• administrasi memadahi
3. ciri-ciri modernisasi
• kebutuhan materi
• kemajuan tekhnologi
• memberi kemudahan
• ada teori baru
1. konsep modernisasi
menurut para ahli modernisasi adalah perubahan yang disebabkan adanya penyesuaian yang mencari taraf hidup yang lebih baik.
2. syarat-syarat modernisasi
• keorganisasian
• adanya pendidikan
• administrasi memadahi
3. ciri-ciri modernisasi
• kebutuhan materi
• kemajuan tekhnologi
• memberi kemudahan
• ada teori baru
Manusia
sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
A. Individu dan masyarakat
1.Manusia sebagai makhluk individu
Manusia sebagai makhluk individu apabila unsur-unsur tersebut tidak terbagi atau dapat dikatakan tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh.
2. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia dikatakan makhluk sosial apabila kita tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain. Menurut Mead, pengembangan diri manusia berlangsung beberapa tahap, yaitu:
• Play stage (bermain)
• Game stage (bertanding)
• Significant other (bersama orang dekat)
• Generalized other (bersama masyarakat secara umum)
Sedangkan agen-agen dari tahap-tahap tersebut meliputi:
• Keluarga
• Teman sebaya
• Sekolah
• Media masa
A. Individu dan masyarakat
1.Manusia sebagai makhluk individu
Manusia sebagai makhluk individu apabila unsur-unsur tersebut tidak terbagi atau dapat dikatakan tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh.
2. Manusia sebagai makhluk sosial
Manusia dikatakan makhluk sosial apabila kita tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan pertolongan dari orang lain. Menurut Mead, pengembangan diri manusia berlangsung beberapa tahap, yaitu:
• Play stage (bermain)
• Game stage (bertanding)
• Significant other (bersama orang dekat)
• Generalized other (bersama masyarakat secara umum)
Sedangkan agen-agen dari tahap-tahap tersebut meliputi:
• Keluarga
• Teman sebaya
• Sekolah
• Media masa
Manusia,
nilai, moral dan hukum
A. Hakekat nilai moral dalam kehidupan manusia
1.Nilai moral sebagai materi pendidikan
Dalam bidang filsafat memunculkan salah satu cabang yang disebut aksiologi (nilai) yang kajian utamanya yaitu estetika (keindahan).
2. Nilai moral diantara pandangan objektif dan subjektif
Penilaian objektif berarti memandang nilai dan meskipun tanpa ada yang menilainya, bahkan nilai ada sebelum adanya penilai, sedangkan objektif berarti nilai yang datangnya tergantung pada subjek penilai.
3. Makna nilai bagi manusia
Pada intinya nilai itu penting bagi manusia, di luar pemahaman nilai ini dipandang mendorong manusia karena adanya ketertarikan dari luar, sehingga nilai dipandang sebagai kegiatan menilai iu sendiri.
B. Manusia dan hukum
Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan aturan yang disebut hukum. Sehingga hukum dianggap tuntutan yang berorientasi pada ketertiban, kedilan, keamanan.Dengan demikian hukum sebagai kaedah sosial tidak lepas dari niali yang ada dalam masyarakat.
C. Hubungan hukum dan moral
Walaupun diantara keduanya terdapat perbedaan, di mana perbedaan antara hukum dan moral, yakni:
• Hukum dibukukan secara sistematis (UU)
• Hukum mengatur manusia dalam batasan lahiriah, sedangkan moral menyangkut batin.
• Hukuman terhadap pelanggaran hukum bersifat memaksa, sedang terhadap moral tidak.
A. Hakekat nilai moral dalam kehidupan manusia
1.Nilai moral sebagai materi pendidikan
Dalam bidang filsafat memunculkan salah satu cabang yang disebut aksiologi (nilai) yang kajian utamanya yaitu estetika (keindahan).
2. Nilai moral diantara pandangan objektif dan subjektif
Penilaian objektif berarti memandang nilai dan meskipun tanpa ada yang menilainya, bahkan nilai ada sebelum adanya penilai, sedangkan objektif berarti nilai yang datangnya tergantung pada subjek penilai.
3. Makna nilai bagi manusia
Pada intinya nilai itu penting bagi manusia, di luar pemahaman nilai ini dipandang mendorong manusia karena adanya ketertarikan dari luar, sehingga nilai dipandang sebagai kegiatan menilai iu sendiri.
B. Manusia dan hukum
Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan aturan yang disebut hukum. Sehingga hukum dianggap tuntutan yang berorientasi pada ketertiban, kedilan, keamanan.Dengan demikian hukum sebagai kaedah sosial tidak lepas dari niali yang ada dalam masyarakat.
C. Hubungan hukum dan moral
Walaupun diantara keduanya terdapat perbedaan, di mana perbedaan antara hukum dan moral, yakni:
• Hukum dibukukan secara sistematis (UU)
• Hukum mengatur manusia dalam batasan lahiriah, sedangkan moral menyangkut batin.
• Hukuman terhadap pelanggaran hukum bersifat memaksa, sedang terhadap moral tidak.
Manusia,
Keragaman dan Kesederajatan
A. Makna keragaman dan kesederajatan
Keragaman adalah kondisi dimana di dalamnya terdapat berbagai perbedaan baik ras, agama, dan keyakinan, sedangkan kesederajatan adalah sama tingkatan (pangkat, kedudukan), dimana adanya perbedaan tetap berada pada satu tingkatan atau kedudukan yang sama.
B. Problematika diskriminasi
Diskriminasi adalah tindakan yang melakukan pembedaan terhadap individu atau kelompok karena status, kelas ekonomi, dan kondisi fisik. Faktor-faktor yang menyebabkan diskriminasi antara lain:
• Persaingan yang semakin ketat di berbagai bidang
• Adanya tekanan dari yang kuat pada yang lemah
• Ketidak berdayaan kaum miskin
A. Makna keragaman dan kesederajatan
Keragaman adalah kondisi dimana di dalamnya terdapat berbagai perbedaan baik ras, agama, dan keyakinan, sedangkan kesederajatan adalah sama tingkatan (pangkat, kedudukan), dimana adanya perbedaan tetap berada pada satu tingkatan atau kedudukan yang sama.
B. Problematika diskriminasi
Diskriminasi adalah tindakan yang melakukan pembedaan terhadap individu atau kelompok karena status, kelas ekonomi, dan kondisi fisik. Faktor-faktor yang menyebabkan diskriminasi antara lain:
• Persaingan yang semakin ketat di berbagai bidang
• Adanya tekanan dari yang kuat pada yang lemah
• Ketidak berdayaan kaum miskin
Manusia,
Sains, Tekhnologi dan Seni
A. Pengertian
1. Sains
Sain adalah ilmu pengetahuan yang teratur (sistematis) yang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita.
2. Konsep tekhnologi
Tekhnologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Adapun tekhnologi ada tiga macam, yaitu:
• Tekhnologi modern
• Tekhnologi madya
• Tekhnologi tradisional
3. Seni
Seni merupakan keahlian membuat karya yang bermutu
A. Pengertian
1. Sains
Sain adalah ilmu pengetahuan yang teratur (sistematis) yang dapat diuji kebenarannya sesuai dengan realita.
2. Konsep tekhnologi
Tekhnologi merupakan keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupan. Adapun tekhnologi ada tiga macam, yaitu:
• Tekhnologi modern
• Tekhnologi madya
• Tekhnologi tradisional
3. Seni
Seni merupakan keahlian membuat karya yang bermutu
B.
Makna sain, teknologi dan seni bagi manusia
1. Perkembangan tekhnologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dapat mendatankan kemakmuran materi.Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru, kita dapat memperoleh hasil.
2. Iptek dan nilai
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi bergerak cepat, sehingga perlu ditanggapi dan diperisapkan dalam menghadapinya sesuia kebutuhan bangunan. Tekhnologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya, tekhnologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Manusia sebagai subjek dan objek iptek
Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. Dengan iptek tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat bermanfaat dalam berbagai bidang, antara lain:
• Dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan
• Dalam bidang kedoteran dan kesehatan
• Dalam bidang telekomunikasi
• Dalam bidang pertahanan dan keamanan
1. Perkembangan tekhnologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dapat mendatankan kemakmuran materi.Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru, kita dapat memperoleh hasil.
2. Iptek dan nilai
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi bergerak cepat, sehingga perlu ditanggapi dan diperisapkan dalam menghadapinya sesuia kebutuhan bangunan. Tekhnologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya, tekhnologi tersebut dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
3. Manusia sebagai subjek dan objek iptek
Dengan adanya kemajuan ilmu teknologi manusia dapat menciptakan perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. Dengan iptek tumbuhlah berbagai industri yang hasilnya dapat bermanfaat dalam berbagai bidang, antara lain:
• Dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan
• Dalam bidang kedoteran dan kesehatan
• Dalam bidang telekomunikasi
• Dalam bidang pertahanan dan keamanan
Manusia
dan Lingkungan
A. Pengertian manusia dan lingkungan
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan.Sedangkan lingkungan merupakan suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan dan memiliki karakter serta fungsi yang khas.
B. Korelasi antara manusia dan lingkungan
Lingkungan hidup manusia: tempat manusia hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial budayanya.
C. Sumber alam
Sumber alam digolongkan menjadi dua bagian:
• Sumber alam yang dapat diperbarui (biotik)
• Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (abiotik)
D. Iptek dan kelestarian hidup
Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup.
a. dampak positif bagi lingkungan:
b. dampak negatif bagi lingkungan
A. Pengertian manusia dan lingkungan
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan-aturan Tuhan.Sedangkan lingkungan merupakan suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan dan memiliki karakter serta fungsi yang khas.
B. Korelasi antara manusia dan lingkungan
Lingkungan hidup manusia: tempat manusia hidup, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial budayanya.
C. Sumber alam
Sumber alam digolongkan menjadi dua bagian:
• Sumber alam yang dapat diperbarui (biotik)
• Sumber alam yang tidak dapat diperbarui (abiotik)
D. Iptek dan kelestarian hidup
Dampak perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi terhadap masalah lingkungan hidup.
a. dampak positif bagi lingkungan:
b. dampak negatif bagi lingkungan
Manusia Dan Peradaban
Tugas ISBD
Pengertian adab dan peradaban
1. Wujud
dan perkembangan peradaban
· Wujud
peradaban
· Evolusi
budaya dan tahapan peradaban
2.
Peradaban dan perubahan social
· Tradisi
·
Modernisasi
·
Masyarakat madani
3. Masyarakat yang beradab
4. Problematika peradaban dalam kehidupan masyarakat
· Kemajuan
iptek bagi peradaban manusia
· Dampak
globalisasi bagi peradaban manusia
Pengertian Adab dan Peradaban
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris
disebut Civilization.Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan
pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan.Pada waktu
perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang
bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat
pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Dengan batasan-batasan pengertian di atas
maka istilah peradaban sering dipakai untuk hasil-hasil kebudayaan seperti:
kesenian, ilmu pengetahuan dan teknologi, adat sopan santun serta pergaulan.
Selain itu juga kepandaian menulis, organisasi bernegara serta masyarakat kota
yang maju dan kompleks.
Huntington mendefinisikan peradaban sebagai the highest social grouping of
people and the broadest level of cultural identity people have short of that
which distinguish humans from other species.
Damono, 2001 menyatakan Adab berarti akhlak atau kesopanan dan kehalusan
budi pekerti.
Fairchild, 1980:41, menyatakan peradaban adalah perkembangan kebudayaan yang
telah mencapai tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya.
Kontjaranigrat (1990 : 182) menyatakan peradaban untuk menyebut bagian dan unsur
kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu
pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi
kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang
maju dan kompleks.
Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau agama, yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah maju, termasuk system IPTEK dan pemerintahannya.
Ibnu Khaldun (1332-1406 M) melihat peradaban sebagai organisasi sosial manusia, kelanjutan dari proses tamaddun (semacam urbanisasi), lewat ashabiyah (group feeling), merupakan keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku, atau agama, yang membedakannya dari yang lain, tetapi tidak monolitik dengan sendirinya. Pendekatan terhadap peradaban bisa dilakukan dengan menggunakan organisasi sosial, kebudayaan, cara berkehidupan yang sudah maju, termasuk system IPTEK dan pemerintahannya.
Tinggi rendahnya peradaban
suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
1.
Pendidikan
2. Kemajuan
teknologi dan Ilmu pengetahuan.
Wujud Peradaban Moral :
1. Nilai-nilai dalam masyarakat
dalam hubungannya dengan kesusilaan.
2. Norma : aturan, ukuran, atau
pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau
buruk.
3. Etika : nilai-nilai dan norma
moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam megatur
tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun.
4. Estetika : berhubungan dengan
segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity),
keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).
Evolusi
Budaya dan tahapan Peradaban Newel Le Roy Sims ( H P Fairchild : 1964 : 41)
menyatakan Civilization is the cultural development, the distinctly human
attributes and attainments of a particular society. In ordinary usage, the term
imolies a fairly high stage on the culture evolutionary scale. Reference is
made to ‘civilized peoples’. More civilized usage would refer to more highly
and less highly civilized peoples, the refer to more highly and less highly
civilized peoples, the determinative characteristic being intellectual,
aesthetic technological, and spiritual attainments.
The Third
Wave Alvin Tofler (1981 : 10-14)
gelombang
pertama sebagai tahap peradaban pertanian, dimana dimulai kehidupan baru dari
budaya meramu ke bercocok tanam. ( revolusi agraris)
gelombang
kedua sebagai tahap peradaban industri penemuan mesin uap, energi listrik, mesin
untuk mobil dan pesawat terbang. (revolusi industri)
gelombang
ketiga sebagai tahap peradaban informasi. Penemuan TI dan komunikasi dengan
computer atau alat komunikasi digital.
Peradaban
dan Perubahan Sosial
Tradisi :
merupakan adat kebiasaan turun temurun yang masih dijalankan di masyarakat
karena adanya penilaian bahwa cara-cara yang telah ada merupakan cara yang
paling baik dan benar.
Moderenisasi
Profs
Koentjaraningrat (1990:140-141) menyatakan modernisasi adalah usaha untuk hidup
sesuai dengan zaman dan konstelasi dunia sekarang.
Anthony D
Smith (1973:62) menyatakan modernisasi bukan semata-mata proses yang spontan
dan tanpa perencanaan. ‘modernization then is a conscious set of plant and
policies for changing a particular society in the direction of contemporary
societies which the leaders think are more ‘advanced’ in certain respect’.
Masyarakat
Madani
Dari
penerjemahan kata ‘Civil society’ dikenal di Indonesia sebagai masyarakat
sipil, masyarakat warga, masyarakat madani, atau masyarakat adab
(Wirutomo,2002). Penekanan konsep ini lebih kepada hubungan antara pemerintah
dan rakyat, Negara dan masyarakat.
Apapun
bentuk tindakannya yang pasti konsep itu menyangkut suatu ruang gerak
masyarakat yang berada diluar Negara.Disinilah warga negar dapat terus menerus
mengembangkan kemandirian diluar institusi Negara yang nantinya merupakan
landasan bagi terwujudnya pranata politik formal.
Karena
bidang politik pada masa lalu selalu dikaitkan dengan Negara, maka muncul
konsep civil society sebagai arena bagi warga Negara yang aktif dalam
politik.Tetapi lebih luas lagi konsep ini sering juga dikaitkan dengan
peradaban masyarakat, yaitu suatu kualitas kebudayaan masyarakat yang ditandai
oleh supremasi hukum.
Masyarakat
Beradab Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki
manusia beradab.
Konsep
masyarakat adab dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara
kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
Problematika
Peradaban
Arus
informasi yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan manusia makin
terbuka luas. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan
diri manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru
‘membelenggu’ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Dengan daya pengaruhnya
yang sangat besar, karena ditopang pula oleh system-sistem sosial yang kuat,
dan dalam kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup
manusia.Masyarakat yang rendah kemampuan teknologinya cenderung tergantung dan
hanya mampu bereaksi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kecanggihan
teknologi.
Dampak Globalisasi Terhadap
Peradaban Manusia Akibat globalisasi diantaranya masyarakat mengalami anomi/
tidak punya norma atau heteronomy/ banyak norma, sehingga terjadi kompromisme
sosial terhadap hal-hal yang sebelumnya dianggap melanngar norma tunggal
masyarakat.
Selain itu
juga terjadinya disorientasi atau alienasi, keterasingan pada diri sendiri atau
pada perilaku sendiri, akibat pertemuan budaya-budaya yang tidak sepenuhnya
terintegrasi dalam kepribadian kita.
Sumber: http://el-fayyaza.blogspot.com/
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah
kebudayaan,
atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo
sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang
tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak
berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep
jiwa yang bervariasi
di mana, dalam agama,
dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk
hidup; dalam mitos,
mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi
kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya,
dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk
dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling
utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya.Secara alamiah, jenis kelamin
seorang anak yang baru lahir entah laki-laki
atau perempuan.Anak
muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria.Anak muda perempuan
dikenal sebagai putri
dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah
berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi,
balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang)
tua.
Selain itu masih banyak
penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna
kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama
(penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ),
hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri,
keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.
Tokoh adalah istilah untuk orang yang tenar, misalnya 'tokoh politik',
'tokoh yang tampil dalam film', 'tokoh yang menerima penghargaan' dan
lain-lain.
Daftar isi |
Biologi
|
↓
Pleistocene - belakangan ini
|
|
Manusia berjenis kelamin
laki- laki dan perempuan
|
Ciri-ciri Fisik
Dalam biologi, manusia biasanya
dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi.Pembelajaran
biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek psikologis serta ragawinya,
tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan.Secara biologi, manusia
diartikan sebagai hominid
dari spesiesHomo
sapiens. Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo
sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang
dapat bertahan hidup dalam genus Homo.Manusia
menggunakan daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya
kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai depan dapat digunakan untuk
memanipulasi obyek menggunakan jari jempol (ibu jari).
Rata-rata tinggi badan perempuan
dewasa Amerika adalah 162 cm (64 inci) dan rata-rata berat 62 kg (137 pound).
Pria umumnya lebih besar: 175 cm (69 inci) dan 78 kilogram (172 pound). Tentu
saja angka tersebut hanya rata rata, bentuk fisik manusia sangat bervariasi,
tergantung pada faktor tempat dan sejarah.Meskipun ukuran tubuh umumnya
dipengaruhi faktor keturunan, faktor lingkungan
dan kebudayaan
juga dapat memengaruhinya, seperti gizimakanan.
Anak manusia lahir setelah
sembilan bulan dalam masa kandungan, dengan
berat pada umumnya 3-4 kilogram (6-9 pound) dan 50-60 centimeter (20-24 inci)
tingginya.Tak berdaya saat kelahiran, mereka terus bertumbuh selama beberapa
tahun, umumnya mencapai kematangan seksual pada sekitar umur 12-15 tahun. Anak
laki-laki masih akan terus tumbuh selama beberapa tahun setelah ini, biasanya
pertumbuhan tersebut akan berhenti pada umur sekitar 18 tahun.
Sebuah kerangka
manusia.
Warna kulit manusia bervariasi
dari hampir hitam hingga putih kemerahan.Secara umum, orang dengan nenek moyang
yang berasal dari daerah yang terik mempunyai kulit lebih hitam
dibandingkan dengan orang yang bernenek-moyang dari daerah yang hanya mendapat
sedikit sinar
matahari.(Namun, hal ini tentu saja bukan patokan mutlak, ada orang yang
mempunyai nenek moyang yang berasal dari daerah terik dan kurang terik; dan
orang-orang tersebut dapat memiliki warna kulit berbeda dalam
lingkup spektrumnya.)Rata-rata, wanita memiliki kulit yang sedikit lebih terang daripada pria.
Perkiraan panjang umur manusia
pada kelahiran mendekati 80 tahun di negara-negara makmur, hal ini bisa
tercapai berkat bantuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.Jumlah orang yang berumur seratus tahun ke atas
di dunia diperkirakan berjumlah [1]
sekitar 50,000 pada tahun 2003.Rentang hidup maksimal manusia diperhitungkan sekitar 120
tahun.
Sementara banyak spesies lain yang
punah, Manusia dapat tetap eksis dan berkembang sampai sekarang. Keberhasilan
mereka disebabkan oleh daya intelektualnya yang tinggi, tetapi mereka juga
mempunyai kekurangan fisik.Manusia cenderung menderita obesitas lebih
dari primata lainnya. Hal ini sebagian besar disebabkan karena manusia mampu
memproduksi lemak tubuh lebih banyak daripada keluarga primata lain. Karena
manusia merupakan bipedal semata (hanya wajar menggunakan dua kaki untuk
berjalan), daerah pinggul dan tulang punggung juga cenderung menjadi rapuh,
menyebabkan kesulitan dalam bergerak pada usia lanjut. Juga, manusia perempuan
menderita kerumitan melahirkan anak yang relatif (kesakitan karena melahirkan
hingga 24 jam tidaklah umum).Sebelum abad ke-20, melahirkan merupakan siksaan
berbahaya bagi beberapa wanita, dan masih terjadi di beberapa lokasi terpencil
atau daerah yang tak berkembang di dunia saat ini.
Ciri-ciri Mental
Banyak manusia menganggap dirinya
organisme terpintar dalam kerajaan hewan, meski ada perdebatan apakah cetaceans seperti lumba-lumba
dapat saja mempunyai intelektual sebanding. Tentunya, manusia adalah
satu-satunya hewan yang terbukti berteknologi tinggi. Manusia memiliki
perbandingan massa otak dengan tubuh terbesar di antara semua hewan besar (Lumba-lumba
memiliki yang kedua terbesar; hiu memiliki yang terbesar untuk ikan; dan gurita memiliki
yang tertinggi untuk invertebrata). Meski bukanlah pengukuran mutlak (sebab
massaotak minimum
penting untuk fungsi "berumahtangga" tertentu), perbandingan massa
otak dengan tubuh memang memberikan petunjuk baik dari intelektual relatif. (Carl Sagan,
The Dragons of Eden, 38)
Kemampuan manusia untuk mengenali
bayangannya dalam cermin, merupakan salah satu hal yang jarang ditemui dalam
kerajaan hewan. Manusia adalah satu dari empat spesies yang lulustes cermin untuk pengenalan
pantulan diri - yang lainnya adalah simpanse, orang utan,
dan lumba-lumba.
Pengujian membuktikan bahwa sebuah simpanse yang sudah bertumbuh sempurna
memiliki kemampuan yang hampir sama dengan seorang anak manusia berumur empat
tahun untuk mengenali bayangannya di cermin.
Pengenalan
pola (mengenali susunan gambar dan warna serta meneladani sifat) merupakan
bukti lain bahwa manusia mempunyai mental yang baik.
Kemampuan mental manusia dan
kepandaiannya, membuat mereka, menurut Pascal,
makhluk tersedih di antara semua hewan.Kemampuan memiliki perasaan,
seperti kesedihan
atau kebahagiaan,
membedakan mereka dari organisme lain, walaupun pernyataan ini sukar dibuktikan
menggunakan tes hewan.Keberadaan manusia, menurut sebagian besar ahli filsafat,
membentuk dirinya sebagai sumber kebahagiaan.
Lihat pula Berpikir,
IQ, Ingatan,
Penemuan,
IPA, Filsafat,
Pengetahuan,
Pendidikan,
Kesadaran
Habitat
Pandangan konvensional dari evolusi manusia menyatakan
bahwa manusia berevolusi di lingkungan dataransabana di Afrika. (lihatEvolusi
manusia). Teknologi yang disalurkan melalui kebudayaan telah memungkinkan
manusia untuk mendiami semua benua dan beradaptasi dengan semua iklim.Dalam beberapa
dasawarsa terakhir, manusia telah dapat mendiami sementara benua Antartika,
mendiami kedalaman samudera, dan ruang angkasa, meskipun pendiaman jangka
panjang di lingkungan tersebut belum termasuk sesuatu yang hemat.Manusia,
dengan populasi kurang lebih enam milyar jiwa, adalah salah satu dari mamalia
terbanyak di dunia.
Sebagian besar manusia (61%)
berkediaman di daerah Asia.Mayoritas
sisanya berada di Amerika
(14%), Afrika
(13%) dan Eropa
(12%), dengan hanya 0.3% di Australia.
Gaya hidup asli manusia adalah
pemburu dan pengumpul, yang diadaptasikan ke sabana, adegan yang disarankan
dalam evolusi manusia.Gaya hidup manusia lainnya adalah nomadisme (berpindah
tempat; kadang-kadang dihubungkan dengan kumpulan hewan) dan perkampungan
menetap yang dimungkinkan oleh pertanian yang baik. Manusia mempunyai daya
tahan yang baik untuk memindahkan habitat mereka dengan berbagai alasan,
seperti pertanian,
pengairan,
urbanisasi
dan pembangunan,
serta kegiatan tambahan untuk hal-hal tersebut, seperti pengangkutan
dan produksi
barang.
Perkampungan manusia menetap
bergantung pada kedekatannya dengan sumber air dan, bergantung pada
gaya hidup, sumber daya alam lainnya seperti lahan subur untuk menanam hasil panen
dan menggembalakan ternak
atau, sesuai dengan musim tersedianya mangsa/makanan. Dengan datangnya
infrastruktur perdagangan dan pengangkutan skala besar, kedekatan lokasi dengan
sumber daya tersebut telah menjadi tak terlalu penting, dan di banyak tempat
faktor ini tak lagi merupakan daya pendorong bertambah atau berkurangnya
populasi.
Habitat manusia dalam sistem ekologi tertutup
di lingkungan
yang tidak akrab dengannya (Antartika, angkasa
luar) sangatlah mahal dan umumnya mereka tak dapat tinggal lama, dan hanya
untuk tujuan ilmiah, militer, atau ekspedisi industri. Kehidupan di angkasa
sangatlah sporadis, dengan maksimal tiga belas manusia di ruang angkasa pada waktu
tertentu.Ini adalah akibat langsung dari kerentanan manusia terhadap radiasi ionisasi.Sebelum
penerbangan angkasa Yuri Gagarin tahun 1961, semua manusia
'terkurung' di Bumi.Di antara tahun 1969 dan 1974,
telah ada dua manusia sekaligus yang menghabiskan waktu singkatnya di Bulan. Sampai tahun
2004, tak ada benda angkasa lain telah
dikunjungi manusia. Sampai tahun 2004, telah ada banyak keberadaan manusia di ruang angkasa
berkelanjutan sejak peluncuran kru perdana untuk meninggali Stasiun Luar Angkasa Internasional,
pada 31
Oktober2000.
Populasi
Dalam kurun waktu 200 tahun dari 1800 sampai 2000, populasi
dunia telah bertambah pesat dari satu hingga enam milyar.Diperkirakan
mencapai puncaknya kira-kira sepuluh milyar selama abad ke-21.Sampai
2004, sebuah
minoritas yang cukup besar — sekitar 2.5 dari jumlah 6.3 milyar jiwa — tinggal
di sekeliling daerah perkotaan.Urbanisasi diperkirakan akan melonjak drastis selama abad ke-21.
Polusi, kriminal dan kemiskinan
hanyalah beberapa contoh dari masalah yang dihadapi oleh manusia yang tinggal
di kota dan
pemukiman pinggiran kota.
Asal Mula
Artikel utama: Evolusi manusia
Hewan terdekat dengan manusia yang
masih bertahan hidup adalah simpanse; kedua terdekat adalah gorila dan ketiga
adalah orang
utan.Sangat penting untuk diingat, namun, bahwa manusia hanya mempunyai
persamaan populasi nenek moyang dengan hewan ini dan tidak diturunkan langsung
dari mereka.Ahli biologi telah membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara manusia dan
simpanse, dan memperkirakan perbedaan genetik keseleruhan kurang dari 5% [2].Telah
diperkirakan bahwa garis silsilah manusia bercabang dari simpanse sekitar 5
juta tahun lalu, dan dari gorila sekitar 8 juta tahun lalu.Namun, laporan
berita terbaru dari tengkorak hominid berumur kira-kira 7 juta tahun sudah
menunjukkan percabangan dari garis silsilah kera, membuat gagasan kuat adanya
percabangan awal silsilah tersebut.
Berikut beberapa gejala penting
dalam evolusi manusia:
- perluasanrongga otak dan otak itu sendiri, yang umumnya sekitar 1,400 cm³ dalam ukuran volumnya, dua kali lipat perluasan otak simpanse dan gorila. Beberapa ahli antropologi, namun, mengatakan bahwa alih-alih perluasan otak, penyusunan ulang struktur otak lebih berpengaruh pada bertambahnya kecerdasan.
- pengurangangigitaring.
- penggerak bipedal (dua kaki)
- perbaikanlaring / pangkal tenggorokan (yang memungkinkan penghasilan bunyi kompleks atau dikenal sebagai bahasa vokal).
Bagaimana gejala-gejala ini
berhubungan, dengan cara apa mereka telah menyesuaikan diri, dan apa peran
mereka dalam evolusi organisasi sosial dan kebudayaan kompleks, merupakan
hal-hal penting dalam perdebatan yang berlangsung di antara para ahli
antropologi ragawi saat ini.
Selama tahun 1990an, variasi dalam DNA mitochondria manusia
diakui sebagai sumber berharga untuk membangun ulang silsilah
manusia dan untuk melacak perpindahan manusia awal. Berdasarkan
perhitungan-perhitungan ini, nenek moyang terakhir yang serupa manusia modern
diperkirakan hidup sekitar 150 milenium lalu, dan telah berkembang di luar Africa kurang
dari 100.000 tahun lalu. Australia dijelajahi relatif awal, sekitar 70.000
tahun lalu, Eropa +/- 40.000 tahun lalu, dan Amerika pertama didiami secara
kasarnya 30.000 tahun lalu, serta kolonisasi kedua di sepanjang Pasifik +/-
15.000 tahun lalu (lihat Perpindahan manusia).
Macam-macam kelompok agama telah
menyatakan keberatan atas teori evolusi umat
manusia dari sebuah nenek moyang bersama dengan hominoid lainnya.Alhasil,
muncullah berbagai perbedaan pendapat, percekcokan, dan kontroversi.Lihat penciptaan, argumen evolusi, dan desain
kepandaian untuk melihat pola pikir yang berlawanan.
Kerohanian dan Agama
Bagi kebanyakan manusia,
kerohanian dan agama memainkan peran utama dalam kehidupan mereka. Sering dalam
konteks ini, manusia tersebut dianggap sebagai "orang manusia"
terdiri dari sebuah tubuh, pikiran, dan juga sebuah roh atau jiwa yang kadang
memiliki arti lebih daripada tubuh itu sendiri dan bahkan kematian.
Seperti juga sering dikatakan bahwa jiwa (bukan otak ragawi) adalah letak
sebenarnya dari kesadaran (meski tak ada perdebatan bahwa otak memiliki
pengaruh penting terhadap kesadaran).Keberadaan jiwa manusia tak dibuktikan
ataupun ditegaskan; konsep tersebut disetujui oleh sebagian orang dan ditolak
oleh lainnya. Juga, yang menjadi perdebatan di antara organisasi agama adalah
mengenai benar/tidaknya hewan memiliki jiwa; beberapa percaya
mereka memilikinya, sementara lainnya percaya bahwa jiwa semata-mata hanya
milik manusia, serta ada juga yang percaya akan jiwa kelompok yang diadakan
oleh komunitas hewani dan bukanlah individu. Bagian ini akan merincikan
bagaimana manusia diartikan dalam istilah kerohanian, serta beberapa cara
bagaimana definisi ini dicerminkan melalui ritual dan agama.
Animisme
Animisme adalah kepercayaan bahwa
obyek dan gagasan termasuk hewan, perkakas, dan fenomena alam mempunyai atau
merupakan ekspresi roh
hidup. Dalam beberapa pandangan dunia animisme yang ditemukan di kebudayaan
pemburu dan pengumpul, manusia sering dianggap (secara kasarnya) sama dengan
hewan, tumbuhan, dan kekuatan alam. Sehingga, secara moral merupakan kewajiban
untuk memperlakukan benda-benda tersebut secara hormat.Dalam pandangan dunia
ini, manusia dianggap sebagai penghuni, atau bagian, dari alam, bukan sebagai
yang lebih unggul atau yang terpisah darinya.Dalam kemasyarakatan ini, ritual /
upacara agama dianggap penting untuk kelangsungan hidup, karena dapat
memenangkan kemurahan hati roh-roh sumber makanan tertentu, roh tempat
bermukim, dan kesuburan serta menangkis roh berhati dengki. Dalam ajaran
animisme yang berkembang, seperti Shinto, ada sebuah makna yang lebih mendalam bahwa manusia
adalah sebuah tokoh istimewa yang memisahkan mereka dari segenap benda dan
hewan, sementara masih pula menyisakan pentingnya ritual untuk menjamin
keberuntungan, panen yang memuaskan, dan sebagainya.
Kebanyakan sistem kepercayaan
animisme memegang erat konsep roh abadi setelah kematian fisik.Dalam beberapa
sistem, roh tersebut dipercaya telah beralih ke suatu dunia yang penuh dengan
kesenangan, dengan panen yang terus-menerus berkelimpahan atau bahkan permainan
yang berlebih-lebih. Sementara di sistem lain (misal: agama Nawajo), roh
tinggal di bumi sebagai hantu, seringkali yang berwatak buruk. Kemudian tersisa sistem
lain yang menyatukan kedua unsur ini, mempercaya bahwa roh tersebut harus
berjalan ke suatu dunia roh tanpa tersesat dan menggeluyur sebagai hantu.
Upacara pemakaman,
berkabung dan penyembahan nenek
moyang diselenggarakan oleh sanak yang masih hidup, keturunannya, sering
dianggap perlu untuk keberhasilan penyelesaian perjalanan tersebut.
Ritual dalam kebudayaan animisme
sering dipentaskan oleh dukun atau imam (cenayang), yang biasanya tampak kesurupan tenaga roh,
lebih dari atau di luar pengalaman manusia biasa.
Pemraktekan tradisi penyusutan kepala
sebagaimana ditemukan di beberapa kebudayaan, berasal dari sebuah kepercayaan
animisme bahwa seorang musuh perang, jika rohnya tak terperangkap di kepala,
dapat meloloskan diri dari tubuhnya dan, setelah roh itu berpindah ke tubuh
lain, mengambil bentuk hewan pemangsa dan pembalasan setimpal.
Mistikme
Barangkali merupakan praktik
kerohanian dan pengalaman, tetapi tidak harus bercampur dengan theisme atau lembaga
agama lain yang ada di berbagai masyarakat. Pada dasarnya gerakan mistik termasuk Vedanta, Yoga, Buddhisme
awal (lihat pula Kerajaan manusia),
tradisi memuja Eleusis,
perintah mistik Kristiani dan pengkhotbah seperti Meister
Eckhart, dan keislaman Sufisme. Mereka memusatkan pada pengalaman tak terlukiskan,
dan kesatuan dengan supranatural (lihat pencerahan,
kekekalan).Dalam mistikme
monotheis, pengalaman mistik memfokuskan
kesatuan dengan Tuhan.
Politheisme
Konsep dewa sebagai makhluk yang
sangat kuat kepandaiannya atau supernatural, kebanyakan dikhayalkan sebagai anthropomorfik atau zoomorfik, yang ingin disembah
atau ditentramkan oleh manusia dan ada sejak permulaan sejarah, dan kemungkinan
digambarkan pada kesenian Zaman Batu pula. Dalam masa sejarah, tatacara pengorbanan
berevolusi menjadi adat agama berhala dipimpin oleh kependetaan (misal: agama Vedik, (pemraktekan kependetaan
berkelanjutan dalam Hinduisme, yang namun telah mengembangkan teologi
monotheis, seperti penyembahan berhala theisme monistik, Mesir, Yunani, Romawi dan Jerman). Dalam
agama tersebut, manusia umumnya diciri-cirikan dengan kerendahan mutunya kepada
dewa-dewa, kadang-kadang dicerminkan dalam masyarakat berhirarki diperintah
yang oleh dinasti-dinasti yang menyatakan keturunan sifat ketuhanan/kedewaan.
Dalam agama yang mempercayai reinkarnasi, terutama Hinduisme,
tak ada batasan yang kedap di antara hewan, manusia, dan dewa, karena jiwa dapat berpindah di
seputar spesies yang berbeda tanpa kehilangan identitasnya.
Monotheisme
Gagasan dari suatu Tuhan tunggal
yang menggabungkan dan melampaui semua dewa-dewa kecil tampak berdiri sendiri
dalam beberapa kebudayaan, kemungkinan terwujud pertama kali dalam bida’ah /
klenik Akhenaten
(lebih dikenal sebagai Henotheisme, tahap umum dalam
kemunculan Monotheisme).Konsep dari kebaikan dan kejahatan dalam sebuah
pengertian moral
timbul sebagai sebuah konsekuensi Tuhan tunggal sebagai otoritas mutlak.
Dalam agama
Yahudi, Tuhan adalah pusat dalam pemilihan orang Yahudi sebagai
rakyat, dan dalam Kitab Suci Yahudi,
takdir komunitas dan hubungannya dengan Tuhan mempunyai hak istimewa yang jelas
(harus diutamakan) di atas takdir individu.
Kekristenan
bertumbuh keluar dari agama Yahudi dengan menekankan takdir individual,
khususnya setelah kematian, dan campur tangan pribadi Tuhan dengan adanya inkarnasi,
yaitu dengan menjadi manusia selama sementara.
Islam, walaupun
menolak kepercayaan kristiani untuk Tritunggal
dan inkarnasi ketuhanan, islam dalam melihat manusia sebagai Khalifah
(Pemimpin) dari segala makhluk Tuhan yang memiliki keutamaan dari segala
makhluk dan satu-satunya makhluk yang memiliki Akal dan nafsu. Julukan yang
diberikan kepada manusia dalam Islam adalah Bani Adam.
Dalam semua agama Abraham, manusia
adalah penguasa, atau pengurus, di atas seluruh muka Bumi dan semua makhluk
lain, dan memiliki moral hati nurani yang unik. Hinduisme, juga belakangan
mengembangkan teologi monotheis seperti theisme monistik, yang
berbeda dari pikiran Barat mengenai monotheis.
Agama monotheistik mempunyai
kemiripan dalam kepercayaan bahwa umat manusia diciptakan oleh Tuhan, diikat
oleh kewajiban kasih sayang, dan dirawat oleh pemeliharaan baik kaum / pihak
ayah.
Sang Individu
Manusia individu adalah
subyek yang mengalami kondisi manusia.Ini diikatkan dengan lingkungannya
melalui indera
mereka dan dengan masyarakat melalui kepribadian
mereka, jenis kelamin mereka serta status
sosial. Selama kehidupannya, ia berhasil melalui tahap bayi, kanak-kanak,
remaja, kematangan dan usia lanjut. Deklarasi
universal untuk hak asasi diadakan untuk melindungi hak masing-masing individu.
Hati dan kesadaran
Pengalaman subyektif dari seorang
individu berpusat di sekitar kesadarannya, kesadaran-diri atau pikiran,
memperbolehkan adanya persepsi eksistensinya sendiri dan dari perjalanan waktu. Kesadaran
memberikan naiknya persepsi akan kehendak
bebas, meskipun beberapa percaya bahwa kehendak bebas sempurna adalah
khayalan yang menyesatkan, dibatasi atau dilenyapkan oleh penentuan takdir atau sosial atau biologis. Hati
manusia diperluas ke luar kesadaran, mencakup total aspek mental dan emosional
individu. Ilmu pengetahuan psikologi mempelajari hati manusia (psike), khususnya alam bawah sadar (tak sadar).Praktek psikoanalisis
yang dirancang oleh Sigmund Freud mencoba menyingkap bagian dari alam bawah
sadar.Freud menyusun diri manusia menjadi Ego, Superego, dan Id.Carl
Gustav Jung memperkenalkan pemikiran alam bawah sadar kolektif
/ bersama dan sebuah proses pengindividuan, menuangkan
keragu-raguan untuk ketepatan pendefinisian individu ‘yang dapat diartikan’.
Emosi
Individu manusia terbuka terhadap
emosi yang besar memengaruhi keputusan serta tingkah laku mereka. Emosi
menyenangkan seperti cinta
atau sukacita bertentangan dengan
emosi tak menyenangkan seperti kebencian, cemburu, iri hati atau sakit hati.
Seksualitas
Seksualitas manusia, di samping
menjamin reproduksi,
mempunyai fungsi sosial penting, membuat ikatan / pertalian dan hirarki di
antara individu.Hasrat seksual dialami
sebagai sebuah dorongan / keinginan badani, sering disertai dengan emosi kuat
positif (seperti cinta
atau luapan kegembiraan) dan
negatif (seperti kecemburuan / iri hati atau kebencian).
Tubuh
penampilan fisik
tubuh manusia adalah pusat kebudayaan dan kesenian. Dalam
setiap kebudayaan manusia, orang gemar memperindah tubuhnya, dengan tato, kosmetik, pakaian, perhiasan
atau ornamen serupa.Model rambut juga mempunyai
pengertian kebudayaan penting.Kecantikan atau keburukan rupa adalah kesan
kuat subyektif dari penampilan seseorang.
Kebutuhan individu terhadap makanan dan minuman teratur
secara jelas tercermin dalam kebudayaan manusia (lihat pula ilmu makanan). Kegagalan
mendapatkan makanan secara teratur akan berakibat rasa lapar dan pada akhirnya kelaparan
(lihat juga malnutrisi).
Rata-rata waktu tidur (dengan nilai
minimal) adalah 8 jam per hari untuk dewasa dan 10 jam untuk anak-anak. Orang
yang lebih tua biasanya tidur selama 6 jam.Sudah umum, namun, dalam masyarakat modern bagi orang-orang
untuk mendapat waktu tidur kurang dari yang mereka butuhkan.
Tubuh manusia diancam proses penuaan dan penyakit. Ilmu pengobatan adalah
ilmu pengetahuan yang menelusuri metode penjagaan kesehatan
tubuh.
Kelahiran dan kematian
Kehidupan
subyektif individu berawal pada kelahirannya, atau dalam fase kehamilan
terdahulu, selama janin
berkembang di dalam tubuh ibu.Kemudian
kehidupan berakhir dengan kematian individu.Kelahiran dan kematian sebagai peristiwa
luar biasa yang membatasi kehidupan manusia, dapat mempunyai pengaruh hebat
terhadap individu tersebut. Kesulitan selama melahirkan dapat berakibat trauma dan kemungkinan
kematian dapat menyebabkan rasa keberatan (tak mudah) atau ketakutan
(lihat pula pengalaman hampir
meninggal). Upacara penguburan adalah ciri-ciri umum masyarakat manusia,
sering diinspirasikan oleh kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian.
Adat kebiasaan warisan
atau penyembahan nenek
moyang dapat memperluas kehadiran sang individu di luar rentang usia
fisiknya. (lihatkekekalan).
Masyarakat
Meskipun banyak spesies berprinsip
sosial,
membentuk kelompok berdasarkan ikatan / pertalian genetik, perlindungan-diri,
atau membagi pengumpulan makanan dan penyalurannya, manusia dibedakan dengan
rupa-rupa dan kemajemukan dari adat kebiasaan yang mereka
bentuk entah untuk kelangsungan hidup individu atau kelompok dan untuk
pengabadian dan perkembangan teknologi, pengetahuan,
serta kepercayaan.
Identitas kelompok, penerimaan dan dukungan dapat mendesak pengaruh kuat pada
tingkah laku individu, tetapi manusia juga unik dalam kemampuannya untuk
membentuk dan beradaptasi ke kelompok baru.
Sosiologi
adalah ilmu pengetahuan yang menjelaskan interaksi antar manusia.
Bahasa
Kecakapan berpidato adalah
sebuah unsur pendefinisian umat manusia, mungkin mendahului pemisahan populasi
modern filogenetik
(lihat Asal usul bahasa).Bahasa
adalah pusat dari komunikasi antar manusia.Kata Yahudi
untuk "binatang" (behemah) berarti "bisu",
menggambarkan manusia sebagai "binatang berbicara" (kepandaian
bercakap hewani). Bahasa adalah pusat dari sentuhan identitas ‘khas’
berbagai kebudayaan
atau kesukuan dan sering diceritakan
mempunyai status atau kekuatan supernatural (lihat Sihir / Gaib, Mantra, Vac). Penemuan sistem
penulisan sekitar 5000 tahun lalu, yang memungkinkan pengabadian ucapan,
merupakan langkah utama dalam evolusi kebudayaan.Ilmu pengetahuan Linguistik
(ilmu
bahasa) menjelaskan susunan bahasa, dan keterkaitan antara bahasa-bahasa
berbeda.Diperkirakan ada 6000 bahasa yang diucapkan manusia saat ini.Manusia
yang kekurangan kemampuan berkomunikasi melalui ucapan, umumnya bercakap-cakap
menggunakan Bahasa Isyarat.
Agama
Dalam setiap kebudayaan manusia, kerohanian dan ritual mendapat
ekspresi dalam bentuk tertentu.Elemen-elemen ini dapat menggabungkan secara
penting pengalaman pribadi dengan pengalaman penyatuan dan komunal, seringkali
membangkitkan emosi yang sangat kuat dan bahkan luapan kegembiraan.
Kekuatan pengikat yang kuat dari pengalaman tertentu dapat kadang-kadang
menimbulkan kefanatikan
atau agresi kepada manusia lain yang tidak termasuk dalam kelompok agamanya,
berakibat perpecahan atau bahkan perang. Teokrasi adalah
masyarakat yang dibentuk secara dominan oleh agama, diperintah oleh pemimpin
suci atau oleh seorang pemuka agama. Agama dapat
pula berperilaku sebagai alat penyaluran dan pengaruh dari norma budaya dunia
dan tingkah laku yang wajar dilakukan manusia.
Keluarga dan teman sepergaulan
Individu manusia dibiasakan untuk
bertumbuh menjadi seorang pelengkap yang berjiwa kuat ke dalam suatu kelompok
kecil, umumnya termasuk keluarga biologis terdekatnya, ibu, ayah dan saudara kandung.
Sebagai seorang pelengkap berjiwa
kuat yang serupa dapat dikelirukan dengan suatu kelompok kecil yang sama, yaitu
teman sepergaulan sebaya sang individu, umumnya berukuran antara sepuluh hingga
dua puluh individu, kemungkinan berkaitan dengan ukuran optimal untuk
gerombolan pemburu.
Dinamika kelompok dan tekanan dari teman
dapat memengaruhi tingkah laku anggotanya.
Seorang individu akan
mengembangkan perasaan kesetiaan yang kuat kepada
kelompok tertentu. Kelakuan manusia yang wajar termasuk seringnya hubungan
sosial, dinyatakan dalam obrolan / percakapan, dansa, menyanyi atau cerita (dikenal
dengan curhat).
Suku, bangsa dan negara bagian
Kelompok manusia yang lebih besar
dapat disatukan dengan gagasan kesamaan nenek moyang (suku, etnis) atau kesamaan
fokus budaya atau materi (bangsa atau negara
bagian), sering dibagi lebih lanjut menurut struktur kelas
sosial dan hirarki.
Sebuah suku dapat terdiri dari beberapa ratus individu, sementara negara bagian
modern terbesar berisi lebih dari semilyar.Konflik kekerasan di antara
kelompok-kelompok besar disebut peperangan.Kesetiaan / pengabdian untuk kelompok yang besar
seperti ini disebut nasionalisme atau patriotisme.
Dalam keekstriman, perasaan pengabdian terhadap sebuah lembaga atau kewenangan
dapat mencapai keekstriman pathologi, yang berakibat hysteria massa (gangguan
syaraf) atau fasisme.
Antropologi budaya menjelaskan masyarakat
manusia yang berbeda-beda, dan sejarah mencatat interaksi mereka berikut kesuksesan yang
dialami.Organisasi dan pemerintahan bentuk modern dijelaskan oleh Ilmu
Politik dan Ekonomi.
Kebudayaan dan peradaban
Sebuah peradaban
adalah sebuah masyarakat yang telah mencapai tingkat kerumitan tertentu,
umumnya termasuk perkotaan
dan pemerintahan
berlembaga, agama,
iptek, sastra serta filsafat.
Perkotaan paling awal di dunia ditemukan di dekat rute perdagangan
penting kira-kira 10.000 tahun lalu (Yeriko, Çatalhöyük).Kebudayaan
manusia dan ekspresi seni mendahului peradaban dan dapat dilacak sampai ke palaeolithik (lukisan goa, arca Venus, tembikar /
pecah belah dari tanah). Kemajuan pertanian
memungkinkan transisi dari masyarakat pemburu dan pengumpul
atau nomadik menjadi perkampungan
menetap sejak Milenium ke-9 SM.
Penjinakan hewan menjadi bagian penting dari kebudayaan manusia (anjing, domba, kambing, lembu).Dalam masa
sejarah ilmupengetahuan
dan teknologi
telah berkembang bahkan lebih pesat (lihat Sejarah iptek).
Renungan diri
Umat manusia selalu mempunyai
perhatian yang hebat akan dirinya sendiri. Kecakapan manusia untuk
mengintrospeksi diri, keinginan individu untuk menjelajahi lebih mengenai
intisari diri mereka, tanpa terkecuali menghasilkan berbagai penyelidikan
mengenai kondisi manusia merupakan
pokok jenis manusia secara keseluruhan.Renungan diri adalah dasar dari filsafat dan
telah ada sejak awal pencatatan sejarah.Artikel ini misalnya, karena ditulis
oleh manusia, dengan sendirinya tak dapat luput dari contoh refleksi diri.
Manusia kerap menganggap dirinya
sebagai spesies dominan di Bumi, dan yang paling maju dalam kepandaian dan kemampuannya
mengelola lingkungan. Kepercayaan ini khususnya sangat kuat dalam kebudayaan Barat, dan
berasal dari bagian dalam cerita penciptaan di Alkitab yang mana
Adam secara khusus
diberikan kekuasaan atas Bumi dan semua makhluk. Berdampingan dengan anggapan
kekuasaan manusia, kita sering menganggap ini agak radikal karena kelemahan dan
singkatnya kehidupan manusia (Dalam Kitab Suci Yahudi,
misalnya, kekuasaan manusia dijanjikan dalam Kejadian 1:28,
tetapi pengarang kitab Pengkhotbah meratapi kesia-siaan semua usaha manusia).
Ahli filsafat Yahudi, Protagoras
telah membuat pernyataan terkenal bahwa "Manusia adalah ukuran dari
segalanya; apa yang benar, benarlah itu; apa yang tidak, tidaklah itu".
Aristotle
mendeskripsikan manusia sebagai "hewan komunal" (ζωον πολιτικον),
yaitu menekankan pembangunan masyarakat sebagai pusat pembawaan alam manusia, dan
"hewan dengan sapien" (ζωον λογον εχων, dasar rasionil hewan),
istilah yang juga menginspirasikan taksonomi spesies, Homo sapiens.
Pandangan dunia dominan pada abad
pertengahan Eropa berupa keberadaan manusia yang diciri-cirikan oleh dosa, dan tujuan
hidupnya adalah untuk mempersiapkan diri terhadap pengadilan akhir setelah kematian.Pencerahan
/ pewahyuan digerakkan oleh keyakinan baru, bahwa, dalam perkataan Immanuel
Kant, "Manusia dibedakan di atas semua hewan dengan kesadaran-dirinya,
yang mana ia adalah 'hewan rasionil'". Pada awal abad ke-20,
Sigmund
Freud melancarkan serangan serius kepada positivisme
mendalilkan bahwa kelakuan manusia mengarah kepada suatu bagian besar yang
dikendalikan oleh pikiran bawah sadar.
Dari titik pandang ilmiah, Homo
sapiens memang berada di antara spesies yang paling tersama-ratakan di Bumi, dan hanya ada
sejumlah kecil spesies tunggal yang menduduki lingkungan beraneka-ragam
sebanyak manusia. Rupa-rupa usaha telah dibuat untuk mengidentifikasikan sebuah
ciri-ciri kelakuan tunggal yang membedakan manusia dari semua hewan lain,
misal: Kemampuan untuk membuat dan mempergunakan perkakas, kemampuan untuk
mengubah lingkungan, bahasa dan perkembangan struktur sosial majemuk. Beberapa
ahli antropologi berpikiran bahwa ciri-ciri yang siap diamati ini
(pembuatan-perkakas dan bahasa) didasarkan pada kurang mudahnya mengamati
proses mental yang kemungkinan unik di antara manusia: kemampuan berpikir
secara simbolik,
dalam hal abstrak atau secara logika. Adalah susah, namun, untuk tiba pada suatu kelompok
atribut yang termasuk semua manusia, dan hanya manusia, dan harapan untuk
menemukan ciri-ciri unik manusia yang adalah masalah dari renungan-diri manusia
lebih daripada suatu masalah zoologi.
sejujurnya q dah
bosan , dah muak , dah g betah , n dah gak terlalu nafsu lagi m kmu , sbnrya
dah dri kmrin" sch cma yah gtu dch ke adaan yg mmbawaku mgikutinya.
hehehehe swry
mi, ji, ki ku tlah brbhonk slama ini.
habis manis
sepah di buang sbrnya itu kta" buat km lbih cocok yah,,,heheheh
swry
mi, ji, ki lw di blng q.
"
habis manis sepah di buang " sbrnya itu kta" slh lw buat q,buat km
dch lbih cocok gtu lo,,,heheheh tny knp??? yah pikir" aj ndiri !!!!
haruskah
aku setatus yg jujur n mgklarifikasikan status"q yg lawas itu....
dengan
keadaanq yg skrg ini... tp aku gak mw lw q jujur nntinya kw tw n sdih bhkn bnci
m q.
kw
tdk bisa mnilai aku kah,,, ap kw t sdr lw sbnrny aku tuh dah bosen, n g btah m
km, skrg yg aku lakuin itu hny pncingan sja buat yah hiburn n senag" m
km..
*
ksimpulan statusq smua yg galau" mmng ad yg dri hati tp dulu itu skr byk
juga yg hny rekayasa yah supaya di blng btuln gtu.... q dah g mw berbuat dosa
lgi, org rasanya cuma kyk gtu itu.
jujur
mmng lbih baek kn.!!!!


https://aptacetta.wordpress.com/
BalasHapus